A. LEVEL KOGNITIF AKM 6 LITERASI DASAR
|
Level |
Kategori |
Deskripsi
kemampuan |
|
L1 |
Menemukan
& Memahami |
Mengidentifikasi, menemukan
informasi, memahami makna, mengenali konsep, dan menjelaskan informasi
eksplisit |
|
L2 |
Menerapkan
& Menganalisis |
Menggunakan informasi/konsep dalam
situasi tertentu, menghubungkan informasi, membandingkan, mengolah data, dan
menganalisis masalah |
|
L3 |
Mengevaluasi
& Merefleksi |
Menilai informasi, mengevaluasi
argumen/solusi, menarik kesimpulan, memberikan alasan, membuat keputusan, dan
merefleksikan hasil |
B. KONTEN DOMAIN AKM UNTUK 6
JENIS LITERASI DASAR
|
No. |
Jenis Literasi |
Konten Domain |
|
1 |
Literasi
Baca-Tulis |
teks informasi,
teks fungsional |
|
2 |
Literasi Numerasi |
bilangan,
aljabar,
geometri,
dan pengukuran data & ketidakpastian |
|
3 |
Literasi Sains |
makhluk hidup,
materi, energi, lingkungan, bumi, teknologi |
|
4 |
Literasi Digital |
informasi
digital, perangkat, keamanan, komunikasi, etika digital |
|
5 |
Literasi Finansial |
uang dan
transaksi, perencanaan dan pengelolaan keuangan, risiko dan imbal hasil,
lanskap keuangan |
|
6 |
Literasi Budaya
& Kewargaan |
identitas budaya,
keberagaman, masyarakat, hak & kewajiban. |
C.
JENIS SOAL AKM LITERASI DASAR
Instrumen Penilaian
1. Pilihan
Ganda (PG)
2. Pilihan
Ganda Kompleks (PGK)
3.
Menjodohkan
4.
Benar Salah
Modul
Kegiatan
1. Pilihan
Ganda (PG)
2. Pilihan
Ganda Kompleks (PGK)
3.
Menjodohkan
4.
Benar Salah
5.
Isian
atau Jawaban Singkat
6.
Uraian
D.
TEMA KAMPUNG LITERASI
KALIURANG
|
Tema Utama |
Deskripsi |
|
1.
Pengelolaan Sampah |
Membangun kesadaran dan keterampilan
masyarakat dalam memilah, mengurangi, mengolah, dan memanfaatkan sampah
secara berkelanjutan sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih,
sehat, dan bernilai guna. |
|
2. Wirausaha |
Mengembangkan kemampuan masyarakat
dalam mengenali peluang usaha, merancang produk atau jasa, mengelola
keuangan, memasarkan produk, serta membangun jiwa kreatif, inovatif, dan
mandiri melalui kegiatan kewirausahaan. |
|
3.
Pertanian Urban |
Meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan
perkotaan untuk menghasilkan pangan secara produktif, sehat, dan
berkelanjutan melalui teknologi dan praktik pertanian sederhana. |
E. MODEL PEMBELAJARAN KAMPUNG
LITERASI KALIURANG
1. Model
Pembelajaran: Appreciative
Learning
Appreciative
Learning merupakan model pembelajaran yang
berorientasi pada penggalian potensi,
pengalaman, kekuatan, dan praktik baik peserta sebagai dasar untuk mengembangkan
pengetahuan, keterampilan, dan inovasi. Model ini menempatkan peserta sebagai
subjek aktif yang belajar melalui pengalaman nyata dan kolaborasi untuk
menghasilkan perubahan positif di lingkungan mereka.
|
Tahap |
Deskripsi |
|
1. Discover |
Menggali pengalaman, potensi,
pengetahuan, dan praktik baik yang telah dimiliki masyarakat terkait
literasi, pengelolaan sampah, wirausaha, dan pertanian urban. |
|
2. Dream |
Mengajak peserta membayangkan
kondisi ideal yang ingin dicapai berdasarkan potensi dan keberhasilan yang
telah ditemukan. |
|
3. Design |
Bersama-sama merancang kegiatan,
solusi, atau inovasi yang dapat mewujudkan kondisi yang diharapkan. |
|
4. Destiny |
Melaksanakan rancangan, membangun
komitmen, melakukan refleksi, dan menjaga keberlanjutan praktik baik yang
telah dikembangkan. |
3.
Penerapan pada 3 Tema Kampung Literasi
Pengelolaan
Sampah →
menemukan praktik baik pengelolaan sampah →
membayangkan kampung bebas sampah →
merancang bank sampah/komposting →
menjalankan dan mengembangkan program.
Wirausaha
→ menggali potensi
produk lokal →
membayangkan usaha yang berkembang →
merancang produk, harga, dan pemasaran →
menjalankan serta mengembangkan usaha.
Pertanian
Urban →
mengidentifikasi potensi lahan dan pengalaman bercocok tanam → membayangkan lingkungan produktif → merancang hidroponik atau kebun urban
→ melaksanakan dan
mengembangkan pertanian berkelanjutan.
F. METODE PEMBELAJARAN
KAMPUNG LITERASI KALIURANG
1.
Ceramah
Interaktif
Penyampaian konsep dan informasi secara singkat yang disertai tanya jawab,
diskusi, dan contoh kontekstual.
2.
Diskusi
Kelompok
Peserta bekerja dalam kelompok untuk bertukar pengalaman, menganalisis
permasalahan, dan menemukan solusi berdasarkan kondisi lingkungan sekitar.
3.
Demonstrasi
Fasilitator memperagakan secara langsung suatu proses atau keterampilan,
seperti pemilahan sampah, pembuatan kompos, penyemaian tanaman, atau pembuatan
produk usaha.
4.
Praktik
Langsung (Learning by Doing)
Peserta memperoleh pengalaman melalui kegiatan langsung, seperti mengolah
sampah, membuat produk bernilai ekonomi, dan melakukan budidaya tanaman urban.
5.
Project-Based
Learning (PjBL)
Peserta mengembangkan proyek sederhana berdasarkan tema yang dipilih, misalnya bank
sampah, produk daur ulang, usaha mikro, kebun urban, atau hidroponik.
6.
Problem-Based
Learning (PBL)
Peserta dihadapkan pada permasalahan nyata di lingkungan masyarakat dan
diarahkan untuk menganalisis masalah, mencari alternatif solusi, serta
menentukan tindakan yang tepat.
7. Refleksi dan Apresiasi
Peserta merefleksikan pengalaman belajar, mengidentifikasi perubahan atau
keberhasilan yang diperoleh, serta memberikan apresiasi terhadap potensi dan
praktik baik yang telah dilakukan.
G. Pustaka
1.
Framework
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). 2023. Pusat Asesmen Pendidikan, Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek.
2.
Pengembangan
Instrumen Penilaian Berbasis Literasi Membaca. 2021. Direktorat Sekolah
Menengah Atas. Kemendikbudristek.
3. Pengembangan Instrumen Penilaian
Berbasis Literasi Sains. 2021. Direktorat Sekolah Menengah Atas.
Kemendikbudristek.
0 Komentar