Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 19 Juli 2026, pukul 09.00–11.00 WIB tersebut bertempat di The Jannah Institute, Kaliurang Cluster B4, Lingkungan Krajan Timur, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Kelas ini secara khusus diperuntukkan bagi pelajar SMP hingga SMA dan dapat diikuti secara gratis.
Belajar Kreatif Sekaligus Peduli Lingkungan
Kain perca dan berbagai bahan sisa rumah tangga sering kali dianggap sebagai barang yang sudah tidak memiliki nilai guna. Padahal, dengan kreativitas dan keterampilan yang tepat, bahan-bahan tersebut dapat diolah menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi. Inilah yang menjadi salah satu gagasan utama dalam pelaksanaan kelas wirausaha Kampung Literasi Kaliurang.
Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengenal proses pembuatan tote bag ramah lingkungan dengan memanfaatkan tote bag polos dan kain perca sebagai bahan utama untuk mempercantik serta memberikan karakter pada produk. Peserta tidak hanya melihat proses pembuatan, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapnya.
Kegiatan dimulai dengan menentukan pola dan desain yang akan digunakan. Setelah itu, peserta belajar menempelkan bahan, menggunting kain sesuai pola, serta memilih kombinasi warna dan corak kain perca yang sesuai untuk diaplikasikan pada tote bag. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menuangkan ide dan kreativitas masing-masing.
Hasilnya, tote bag yang semula polos berubah menjadi produk yang lebih menarik, unik, dan memiliki nilai estetika. Setiap peserta dapat menghasilkan karya dengan karakter yang berbeda sesuai dengan pilihan warna, pola, dan kain yang digunakan.
Siapa yang Terlibat?
Kelas wirausaha ini ditujukan bagi pelajar SMP dan SMA sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan aplikatif. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengalaman baru dalam mengolah bahan yang mungkin selama ini dianggap sebagai limbah atau barang sisa.
Kampung Literasi Kaliurang juga mengajak berbagai pihak untuk mendukung kegiatan literasi berbasis keterampilan dan lingkungan. Kolaborasi menjadi bagian penting agar kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Mengapa Membuat Tote Bag dari Bahan Sisa?
Pemanfaatan kain perca dan bahan sisa memiliki pesan penting dalam upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi persoalan lingkungan. Karena itu, diperlukan kebiasaan untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, serta mengolah bahan sisa menjadi sesuatu yang bernilai.
Tote bag merupakan salah satu produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tas ini dapat digunakan untuk membawa buku, perlengkapan sekolah, maupun berbagai kebutuhan lainnya. Dengan membuat dan menggunakan tote bag, peserta juga diajak untuk mengenal alternatif penggunaan tas yang dapat dipakai berulang kali.
Lebih jauh lagi, kegiatan ini memperkenalkan konsep bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan kewirausahaan. Barang yang sebelumnya dipandang tidak berguna dapat memiliki nilai apabila diolah dengan ide dan keterampilan.
Bagaimana Kegiatan Ini Menumbuhkan Jiwa Wirausaha?
Keterampilan membuat produk merupakan salah satu langkah awal dalam mengenalkan kewirausahaan kepada pelajar. Dalam proses pembuatan tote bag, peserta belajar bahwa sebuah produk tidak hanya membutuhkan bahan, tetapi juga kreativitas, ketelitian, desain, dan kemampuan melihat peluang.
Peserta dapat belajar membayangkan bagaimana sebuah produk sederhana dapat dikembangkan menjadi barang yang memiliki nilai jual. Mereka juga dapat memahami pentingnya membuat produk yang menarik, bermanfaat, dan memiliki keunikan tersendiri.
Dengan demikian, kelas wirausaha tidak berhenti pada kegiatan membuat kerajinan tangan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan pola pikir kreatif, mandiri, produktif, dan berorientasi pada pemecahan masalah sejak usia sekolah.
Literasi yang Menginspirasi dan Menggerakkan
Kegiatan Kelas Wirausaha Kampung Literasi Kaliurang merupakan contoh bahwa literasi dapat hadir dalam berbagai bentuk. Literasi tidak hanya berarti membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami lingkungan sekitar, mengembangkan keterampilan, menciptakan sesuatu, serta mengambil peluang dari berbagai persoalan yang ada.
Melalui kegiatan sederhana seperti membuat tote bag dari kain perca, peserta belajar bahwa bahan sisa dapat memiliki kehidupan baru. Mereka juga belajar bekerja secara teliti, mengambil keputusan dalam memilih desain, serta menghargai proses hingga menghasilkan sebuah karya.
Kampung Literasi Kaliurang berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Semangat yang dibangun adalah “Membaca hari ini, menginspirasi esok nanti”—sebuah pesan bahwa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh hari ini dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan perubahan di masa depan.
Melalui langkah kecil, seperti mengubah kain perca menjadi tote bag, tumbuh kesadaran bahwa setiap orang dapat berkontribusi untuk menjaga lingkungan sekaligus menciptakan karya yang bermanfaat. Dari sebuah kelas sederhana, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya gemar belajar, tetapi juga kreatif, peduli lingkungan, dan berani menciptakan peluang.
Kampung Literasi Kaliurang — langkah kecil untuk bumi, karya besar untuk masa depan.
0 Komentar